RAKOR PENANGGULANGAN KEMISKINAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR TAHUN 2014

Jenis Artikel: 

Pada hari Selasa 23 Desember 2014 telah diselenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Kotawaringin Timur. Rakor dibuka secara resmi dan dipimpin oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Drs. H.M. Taufiq Mukri, SH, MM dan dihadiri oleh segenap anggota TKPKD Kabupaten Kotawaringin Timur dan SKPD/Camat/Instasi  Vertikal/BUMD, yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur.

Rakor Penanggulangan Kemiskinan diawali dengan penyampaian Laporan Penyelenggaraan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur, yang dalam hal ini diwakili oleh Drh. Mawardi Sekretaris Bappeda. Dalam laporannya, Kepala Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan :

Tema rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan :

Percepatan penanggulangan kemiskinan melalui intervensi program dan kegiatan SKPD serta penguatan peran koordinasi TKPK Kabupaten Kotawaringin Timur dengan sub tema :

"Meningkatkan Sinergi Antar SKPD Dalam Melaksanakan Program dan Kegiatan untuk Menekan Angka Kemiskinan Kabupaten Kotawaringin Timur Sehingga Tercapai Sesuai Target 5 % di Tahun 2015"

Sementara itu, Wakil Bupati Kotawaringin Timur selaku Ketua TKPKD dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan fokus program-program penanggulangan kemiskinan yang ditujukan kepada masyarakat miskin agar lebih efektiv dan effisien. Kebijakan penanggulangan kemiskinan merupakan gerakan bersama  tentunya tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah saja tetapi juga memerlukan keterlibatan semua  pihak selaku pemangku kepentingan, dukungan dan kerjasama ini perlu di tingkatkan dan digerakan bersama pemerintah, dunia usaha, perbankkan, lembaga swadaya masyakat dan masyarakat, serta kepada  semua camat diminta agar memperhatikan kondisi masyarakat diwilayahya, dan mempunyai data kemiskinan di wilayahnya, sehingga setiap program yang dibuat oleh SKPD agar dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak kecamatan dengan harapan program dimaksud tepat sasaran untuk mencapai target RPJMD sebesar 5 % pada tahun 2015.

Setelah pengarahan dari Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Rakor dilanjutkan dengan penyampaian paparan oleh :

  1. Paparan tentang penanggulangan kemiskinan Kabupaten Kotawaringin Timur disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kotawaringin Timur diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat Bappeda Ramadansyah, SE., M.Ec.Dev.
  2. Paparan tentang dukungan infrastruktur dalam penanggulangan kemiskinan disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kotawaringin Timur
  3. Paparan tentang dukungan sektor pertanian dan ketahanan pangan dalam penanggulangan kemiskinan disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan
  4. Paparan tentang peranan pendidikan dalam upaya penanggulangan kemiskinan disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan
  5. Paparan tentang peranan kesehatan dalam dukungan penanggulangan kemiskinan disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan

Selanjutnya melalui stressing Wakil Bupati Kotawaringin Timur selaku Ketua TKPK pada acara penurupan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Kotawaringin Timur yang dibacakan dan ditutup secara resmi oleh Asisten I Setda Kabupaten Kotawaringin Timur Drs. Sugianor, menitik beratkan  upaya penanggulangan kemiskinan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan sinergi dan antar SKPD dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk menekan angka kemiskinan kabupaten kotawaringin timur sehingga tercapai sesuai target yaitu 5 % di tahun 2015.
  2. Meningkatkan akses rumah tangga miskin terhadap pelayanan dasar : pendidikan dan kesehatan.
  3. Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat di bidang pertanian, perikanan dan UMKM.
  4. Peningkatan kualitas insfrastruktur dan transportasi perdesaan agar memperlancar distribusi barang dari dan menuju desa sebagai penunjang peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
  5. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dipedesaan yaitu dengan meningkatkan status desa tertinggal menjadi desa maju dan desa unggulan, serta menggali potensi unggulan desa yang dapat dikembangkan dengan harapan dapat membuka lapangan pekerjaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
  6. Meningkatkan peran serta perusahaan besar swasta melalui program CSR yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pemberdayaan masyarakat sekitar perkebunan besar swasta kelapa sawit.